1. Histogram dan Poligon Frekuensi
Histogram dan poligon frekuensi merupakan representasi grafik untuk distribusi frekuensi.
Histogram berupa sekumpulan persegi panjang dengan
· Alas pada sumbu X, pusat alasnya adalah tanda kelas dan lebar
alasnya adalah lebar kelas interval.
· Tinggi merupakan frekuensi pada kelas yang bersangkutan.
Poligon frekuensi grafik garis yang mengaitkan frekuensi kelas dengan tanda kelas. Ia dapat digambarkan dengan menghubungkan garis lurus yang melalui titik-titik pasangan frekuensi kelas dan titik tengah (tanda) interval kelas.
Data
untuk grafik ini diambil dari postingan sebelumnya.
Ini adalah grafik dimana setiap data digambarkan sebagai
titik (dot) sepanjang garis skala nilai-nilainya.
Pada grafik ini ditampilkan data mengenai lama
(durasi) beberapa judul film dengan data mentah sebagai berikut.
83 88 120 64 69 71 76 74 75 75 76 75 75 79 80 73 72 82 74 84 90 89 81 90 89 81 81 90 79 92 82 89 82 74 86 76 81 75 75 77 70 75 64 73 74 71 94
Berdasarkan grafik ini, terdapat 2 data bernilai 64, terdapat 6 data bernilai 75 dan seterusnya. Data banyak mengumpul di dalam interval 70-90, sedangkan data 120 terpencil jauh dari kelompok data lainnya. Lebih lanjut, data ekstrim seperti ini disebut outlier dan dibutuhkan prosedur khusus untuk menangani data seperti ini.
3. Diagram Batang
Ini adalah diagram batang untuk data kualitatif
dimana batang-batangnya disusun berdasarkan urutan frekuensi. Kelompok dengan
frekuensi terbanyak diletakkan paling kiri dan kelompok yang frekuensinya
paling sedikit diletakkan paling kanan. Lihat contoh di bawah ini.
Ini adalah bentuk penyajian data kualitatif dalam
bentuk potongan kue. Potongan kue dibuat proposional. Lihat contoh berikut.
Diagram pencar ini digunakan untuk menyajikan
pasangan data (x,y). Dengan melihat tampilan pada diagram pencar maka dapat
diketahui secara umum bentuk hubungan antara dua kelompok data. Misalkan X
adalah data tentang berat badan (dalam kg) dan Y adalah data tentang tinggi
badan (dalam cm). Kedua data ini berpasangan, artinya setiap pasangan diperoleh
dari orang yang sama.
X : 45 56 50 60 67 69 52 43 63 86
Y : 150 155 160 165 159 171 167 145 168
175
Berdasarkan diagram pencar ini terlihat bahwa terdapat hubungan
linier antara berat badan dan tinggi badan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar