Berbicara tentang statistik, berarti berbicara tentang data. Data
adalah sekumpulan informasi yang dapat berupa simbol, angka, kata-kata atau pun
gambar, yang menjelaskan tentang suatu hal. Peran statistik sangatlah penting
dalam memaknai arti dari sekumpulan data yang ada. Melalui statiktik
jugalah, kita dapat dengan mudah memahami bentuk, pola, dan karakteristik dari
serangkaian data. Berbagai penelitian untuk mencari suatu kebenaran, dilakukan
dengan menggunakan metode-metode statistik yang sesuai, melalui pendugaan
hipotesis dan pengujian-pengujian lainnya hingga diperoleh hasil yang relevan
dan dapat dipertanggung jawabkan.
Perlu diketahui bahwa kata statisik dan statistika itu memiliki makna yang berbeda. Seringkali orang-orang menyalah artikannya. Statistik adalah seperangkat metode dan aturan mengenai pengumpulan, analisis, pemrosesan, dan interpretasi data dari angka-angka yang menjelaskan data atau pengamatan. Sedangkan, Statistika adalah nama ilmu yang mempelajari statistik itu sendiri.
Dalam penyelesaian statisik, sering dijumpai istilah sampel dan populasi. Lalu apa perbedaannya?
- Populasi adalah kumpulan dari semua data yang diteliti. Data tersebut dikatakan lengkap jika ia memuat semua objek yang akan diselidiki.
- Sampel adalah sebagian dari anggota yang dipilih dari populasi.
Sebagai contoh, suatu lembaga survey melakukan wawancara terhadap 2350
penduduk Indonesia untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah.
Dalam hal ini sebanyak 2350 penduduk merupakan sampel dan keseluruhan penduduk
Indonesia sekitar 230 juta jiwa adalah populasinya.
Dilihat dari aktivitas dalam pengelolaan datanya, statistik diklasifikasikan menjadi dua, yakni statistik deskriptif dan statistik inferensial.
- Statistik deskriptif adalah statistika yang berkaitan dengan analisis dan deskripsi suatu grup sebagai populasinya, tanpa melakukan penarikan kesimpulan apapun untuk himpunan yang lebih luas dari grup tersebut. Jadi, statistik deskriptif hanya menampilkan gambaran keadaan data melalui parameter-parameter seperti mean, median, modus, distribusi frekuensi, dan ukuran statistik lainnya.
- Statistik Inferensial adalah statistika yang mencoba untuk membuat suatu deduksi atau kesimpulan pada populasi dengan menggunakan sampel dari populasi tersebut. Penelitian inferensial diperlukan jika peneliti memiliki keterbatasan dana sehingga untuk lebih efisien penelitian dilakukan dengan mengambil jumlah sampel yang lebih sedikit dari populasi yang ada. Pada penelitian inferensial, dilakukan prediksi terhadap pola data yang ada. Statistik inferensial membutuhkan pemenuhan asumsi-asumsi. Asumsi paling awal yang harus dipenuhi adalah sampel diambil secara acak dari populasi. Hal tersebut diperlukan karena pada statistika inferensial perlu keterwakilan sampel atas populasi. Asumsi-asumsi lain yang perlu dipenuhi mengikuti alat analisis yang digunakan. Jika yang digunakan adalah analisis regresi, maka asumsi-asumsi data harus memenuhi asumsi analisis regresi.
Berdasarkan asumsi yang mendasarinya, statistik inferensial dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Statistik Parametrik. Pendugan dan uji hipotesis dari parameter populasi berdasarkan anggapan bahwa skor-skor yang dianalisa telah ditarik dari suatu populasi dengan distribusi tertentu. Skala pengkuran yang digunakan adalah skala interval ataupun rasio, seta harus memiliki disribusi tertentu.
- Statistik Nonparametrik. Pendugan dan uji hipotesis dari parameter populasi berdasarkan anggapan bahwa skor-skor yang dianalisa telah ditarik dari suatu populasi dengan bebas sebaran (tidak mengikuti distribusi tertentu). Skala pengkuran yang digunakan adalah nominal dan ordinal, serta tidak harus berdistibusi tertentu.
Sangat bermanfaat..
BalasHapusterima kasih mas
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus